14
Apr
09

belajar dari formasi terbang sekelompok burung

Banyak sebenarnya hal-hal yang terjadi di alam ini dapat kita ambil pelajaran. Tentu bagi orang-orang yang memikirkannya. Masih ingat dengan kisah tragis Habil dan Qabil? Qabil mendapatkan pelajaran bagaimana menguburkan mayat adiknya dari seeokor burung gagak. Para ilmuan seperti Newton dan Archimedes juga mendapatkan inspirasi dari kejadian alam di sekitarnya. Dan masih banyak lagi..
Kali ini saya memberikan artikel yang saya dapat dari forum kaskus juga, mengenai formasi terbang sekawanan burung. Menarik sekali membaca artikel ini yang menganalogikan dengan kehidupan berorganisasi atau berpolitik. Semoga kita termasuk orang-orang yang memikirkan dan mendapat pelajaran darinya..

Fakta Kenapa Burung Membentuk Formasi huruf “V”
Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka saat musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”. Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah mengapa rombongan angsa terbang dengan formasi bentuk huruf “V”?

Fakta (1) :
Kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa dibelakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus ‘airwall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarakterbang 71 % lebih Jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbangsendiri-sendiri.

Pelajaran (1) :
Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam perserikatan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ?. Sudah seharusnya !. Karena angsa saja bisa !

Fakta (2) :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.

Pelajaran (2) :
Kalau kita memiliki cukup logika umum, kita akan tetap berada dalam perserikatan bersama partner lain dan pengelolanya. Kita membuka diri untuk menerima dan memberi bantuan dari dan kepada partner lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama dalam perserikatan yang akan menjadi milik kita bersama.

Fakta (3) :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran (3) :
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Kita yakin potensi semua partner. Tapi, manusia saling bergantung satu sama lain dalam pengetahuan, keterampilan, kemauan, kapasitas, karunia lain yangunik, serta talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta (4) :
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran (4) :
Kita harus memastikan bahwa ucapan kita akan memberi dukungan kekuatan, bukan melemahkan. Semua partner dalam perserikatan akan saling memperkuat, sehingga hasil yang dicapai akan menjadi lebih besar. Dukungan dalam satu kesatuan hati dilandasi nilai-nilai luhur adalah kualitas suara dan ucapan partner yang diharapkan bersama oleh semua partner dalam perserikatan .

Fakta (5) :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran (5) :
Kalau saja kita berperasaan seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama partner yang berada dalam kesulitan, seperti ketika segalanya baik, dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat bangkit kembali.

Sumber: dephyton


6 Responses to “belajar dari formasi terbang sekelompok burung”


  1. April 14, 2009 at 5:02 pm

    wah! jadi kita bisa memetik hikmah dari angsa2 itu…

  2. April 14, 2009 at 7:11 pm

    Manusia bisa kalah ama hewan. Ga usah berharap manusia secara keseluruhan, bikin 1 kebulatan tekad di antara orang2 indo rasanya susah bener

    bener2 dah

    nice thought!

  3. April 16, 2009 at 6:45 pm

    Wah, iya, keren emang nih para burung. Mesti ditiru.
    Rasanya aku pernah juga baca seperti ini dan aku copas. Hanya aku ragu, apa itu memang angsa ya atau jenis burung lain. Klo di sini (Indonesia) kayaknya mungkin bangau.
    Btw, namamu (blog) bagus, mengingatkanku untuk rehat dan berdamai/harmonis dengan lingkungan/sesama. Juga mengingatkanku akan akhir hayat yang membuat kita mesti bersiap.
    Makasih dah di-link, dirimu aku link juga ya. Moga makin erat.

    • April 18, 2009 at 1:44 am

      :) angsa, bangau juga termasuk jenis burung kalau tidak salah, pelajaran biologi sy dulu lupa2 ingat..
      makasih mas awam, mudah2n apa yg ada di blog ini bermanfaat, khssnya bagi sy sndri..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.